Jumat, 09 Mei 2014

Apa kabar cinta pertama ?...





Tanpa basa-basi sekarang gue akan bercerita kekalian tentang sesuatu yang nyata, tanpa rekayasa sedikitpun.

Okeh kita flashback dulu kebelakang ^^  Kisah ini terjadi saat gue baru memasuki usia Remaja (13-16 tahun yang lalu). bermula disaat gue diterima disebuah sekolah menengah pertama negeri di Banjarmasin, disaat rasa, gelora, pencarian jati diri bergejolak, disaat semuanya bermula, Iya cinta pertama, cinta pertama yang membawa senyum, luka, sakit dan kebahagiaan secara bersamaan  kalian pasti tahukan apa itu cinta pertama? Cinta pertama adalah dimana sebuah rasa yang muncul tanpa disadari dan kita rela melakukan apapun untuk orang yang kita sukai tersebut, bahkan menjadi konyol sekalipun agar dia tersenyum, waktu gue SD dulu, gue ga tau apa itu cinta, yang gue tau cuman bermain dan bermain, tapi semua berubah saat Negara api menyerang, hha bercanda ringan^^, semua berubah ketika masa remaja gue datang, gue jadi tau bagaimana menyukai seseorang, dimana saat itu gue selalu ingin melihat wajah dia, selalu ingin bertemu, selalu memperhatikan apa yang dia lakukan, dan akhirnya gue pun terjebak dengan yang namanya “cinta dalam hati”, kalau sekarang yang gue tahu kata-kata populernya kalau gak salah cinta diam-diam.

Oh ya pertemuan pertama gue dengan dia (“sebut saja anggrek”)  cinta pertama, terjadi ketika kami berdua, berada dalam satu angkutan umum yang sama, sedang menuju ke sekolah gue yang baru, dalam perjalan, gue dan anggrek tidak saling menyapa satu sama lain karena gue gak tau kalau si anggrek juga  berada disatu sekolah yang sama dengan gue, saat pertama kali gue melihat anggrek, entah kenapa perasaan yang aneh muncul dalam diri gue, wajahnya yang manis, imut, cantik itu yang membuat gue jatuh hati dengan anggrek, walaupun gue belum mengenalnya, karena gue dulu gak tau apa itu cinta gue Cuma membiarkan perasaan itu tertanam didalam diri, seiring berjalannya waktupun akhirnya gue tau bahwa anggrek masuk sekolah yang sama dengan gue, pertemuan gue dan anggrek pun sering terjadi walaupun tidak berada dalam satu ruangan kelas yang sama, percakapan pertama yang terjadi antara gue dan anggrek terjadi ketika kami mengikuti satu kegiatan ekstrakulikuler yang sama, karena dulu gue suka sama kegiatan sosial,  maka gue pun mengikuti kegiatan sosial tersebut, disaat yang bersamaan entah takdir atau apa ketika gue naik angkutan umum untuk menuju ketempat latihan yang sudah diberitahukan sebelumnya, tanpa disengaja gue bertemu lagi dengan anggrek, disaat itulah gue memberanikan diri untuk berkenalan dengan anggrek, awal mula gue membuka percakapan :

Gue : hey, ikut PMR juga ya ?

Anggrek : iya, kok tau, kalau gak kita ada disatu sekolah yang samakan?

Gue : iya ( dalam hati gue bicara kok dia tau gue satu sekolah yang sama dengan dia entah dia pernah liat gue sebelumnya disekolah tapi gue senang dapat berbicara dengan dia waktu itu)

Sepanjang perjalana tanpa disadari gue dapat berbicara banyak dengan dia pada waktu itu, berhubung angkot yang gue tumpangin cuman sampai perempatan menuju sekolah gue, akhirnya kamipun bersama menuju kesekolah dengan jalan kaki, jarak perempatan dengan sekolah gue lumayanlah, lumayan bikin kaki pegel >.< saat pertama kali gue mengikuti kegiatan PMR pada waktu itu pembicaraan kami hanya sebatas menuju kesekolah, sesampainya disekolah(tempat latihan) kami tidak terlalu banyak bicara, karena terpisah, mempunyai teman masing-masing dalam kegiatan tersebut, oh ya Rumah anggrek  berjarak lebih jauh dari rumah gue mungkin karena itu gue dulu sering bertemu saat perjalan kesekolah, sekian dulu ya apa kabar cinta pertamanya, tunggu aja nanti ada lagi kelajutan ceritanya,  terima kasih sudah berkunjung ^^

Kamis, 24 April 2014

Pipo dan Embro

http://www.youtube.com/watch?v=qXK8SihQpwk

 
Disini gue akan berbagi ke kalian, video inspirasi tentang bagaimana pentingnya otak kanan dibanding otak kiri dalam dunia kerja

Synopsis : 
Dahulu kala ada sebuah desa kecil nan indah, namun desa itu mempunyai masalah karena sepanjang tahun desa akan mengalami kekeringan kalau tidak turun hujan, akhirnya diadakanlah sebuah sayembara untuk pengadaan air di desa tersebut.
Tersebutlah dua orang yang mendaftar pada sayembara tersebut, yang bernama Pipo dan Embro. Dua orang ini tentunya saling bersaing, Embro langsung berlari membeli dua ember baja, dia mulai berlari bolak-balik mengambil air dari sumber mata air untuk memenuhi kebutuhan air penduduk desa. Dalam tangki air yang terbuat dari beton dia tuangkan isi embernya, untuk setiap ember air yang dia tuang dia mendapatkan 1 penny. Dia harus bekerja keras untuk memastikan penduduk desa tercukupi kebutuhan airnya. Embro melakukan pekerjaan ini setiap hari walaupun hari libur. Di lain pihak Pipo juga melakukan hal yang sama dengan Embro, namun karena fisiknya tidak terlalu kuat maka dia tidak mengambil air sebanyak Embro. Pipo hanya mengambil air secukupnya. Apabila ia merasa penghasilannya sudah cukup untuk meenuhi kebutuhan hidupnya maka ia pun akan berhenti mengambil air dari danau dan ia pun tidak mengambil air pada hari libur. Beberapa waktu pun berlalu. Embro mulai mendapatkan penghasilan yang besar karena ia sangat sering mengambil air dari danau dan tentunya dia merasa sangat senang. Ia mulai membeli berbagai barang bagus yang diinginkannya dan hidup dengan berfoya – foya. Ia merasa sangat beruntung bisa mendapatkan pekerjaan ini. Sebaliknya Pipo mulai merasa lelah dan ia menyadari bahwa ia tidak mungkin melakukan tugas mengangkat air ini selama – lamanya. “Bagaimana kalau suatu saat saya sakit atau ketika saya sudah tua? saya pasti tidak akan bisa mengangkat air lagi” pikir Pipo. “Lalu Bagaimana dengan kebutuhan hidup saya?” pikir Pipo lagi. Pipo pun berpikir untuk mencari jalan keluarnya. Dia terus berpikir dan berpikir, akhirnya ia menemukan suatu ide yang menurutnya sangat bagus yaitu membangun “SALURAN PIPA

Rabu, 23 April 2014

Berikut data diri yang ingin gue share kekalian semua, dengan ini saya menyatakan menulis pernyataan ini dengan sesadar-sadarnya tanpa paksaan dari siapapun, idiiih :v

Rizky
 <~ Disebelah kiri, kalian akan melihat sesosok pria, berbaju biru muda yang terlihat seperti telur rebus, tidak ganteng, tidak memiliki kelebihan apapun, tapi sedikit banyak akan memberikan kata-kata Motivasi untuk kalian semua, yang berdasarkan pengalaman pribadi gue sendiri.

Langsung saja tanpa basa basi, perkenalkan nama gue Rizky, gue anak ke 2 dari 3 bersaudara, umur gue 19 tahun, gue tinggal di Banjarmasin, Kalimantan Selatan, hoby gue bermain sepakbola, melakukan kegiatan sosial dan banyak lagi lainnya (sewaktu diSMP dan diSMK dulu gue aktif dalam Organisasi Palang Merah Indonesia), Sekarang gue kuliah di Politeknik Negeri Banjarmasin, dari sekian banyak pilihan Jurusan yang ada ditempat gue sekarang menuntut ilmu, gue akhirnya memilih jurusan Administrasi Bisnis walaupun sebenarnya gue berharap diterima di Universitas yang mengajarkan tentang Sastra Indonesia, karena gue dulu bercita-cita menjadi seorang Guru Bahasa Indonesia, biarpun tidak masuk ke universitas yang gue inginkan, gue tetap bahagia dengan apa yang sudah terjadi dihidup gue, Oleh karena itu menurut gue "Terkadang apa yang kita harapkan tidak sesuai dengan kenyataan hidup yang terjadi", Tapi gue yakin Tuhan pasti tahu apa yang terbaik buat gue, oleh karena itu "apapun yang terjadi dalam hidup kita, jangan pernah berkecil hati, lakukan yang terbaik yang bisa kita lakukan, dengan melakukan yang terbaik apapun hasil yang kita terima suatu saat nanti baik ataupun buruk kita tidak akan mengalami penyesalan" 

Sekian data diri yang bisa gue share ke kalian semua, atas kunjungannya saya ucapkan Terima kasih,  yang ingin berkomentar kolom diblog gue, silahkan, komentar kalian dengan senang hati akan gue terima dan gue balas, dan yang ingin menghubungi gue kalian bisa Follow twitter gue @23Rizky_