Kamis, 24 April 2014

Pipo dan Embro

http://www.youtube.com/watch?v=qXK8SihQpwk

 
Disini gue akan berbagi ke kalian, video inspirasi tentang bagaimana pentingnya otak kanan dibanding otak kiri dalam dunia kerja

Synopsis : 
Dahulu kala ada sebuah desa kecil nan indah, namun desa itu mempunyai masalah karena sepanjang tahun desa akan mengalami kekeringan kalau tidak turun hujan, akhirnya diadakanlah sebuah sayembara untuk pengadaan air di desa tersebut.
Tersebutlah dua orang yang mendaftar pada sayembara tersebut, yang bernama Pipo dan Embro. Dua orang ini tentunya saling bersaing, Embro langsung berlari membeli dua ember baja, dia mulai berlari bolak-balik mengambil air dari sumber mata air untuk memenuhi kebutuhan air penduduk desa. Dalam tangki air yang terbuat dari beton dia tuangkan isi embernya, untuk setiap ember air yang dia tuang dia mendapatkan 1 penny. Dia harus bekerja keras untuk memastikan penduduk desa tercukupi kebutuhan airnya. Embro melakukan pekerjaan ini setiap hari walaupun hari libur. Di lain pihak Pipo juga melakukan hal yang sama dengan Embro, namun karena fisiknya tidak terlalu kuat maka dia tidak mengambil air sebanyak Embro. Pipo hanya mengambil air secukupnya. Apabila ia merasa penghasilannya sudah cukup untuk meenuhi kebutuhan hidupnya maka ia pun akan berhenti mengambil air dari danau dan ia pun tidak mengambil air pada hari libur. Beberapa waktu pun berlalu. Embro mulai mendapatkan penghasilan yang besar karena ia sangat sering mengambil air dari danau dan tentunya dia merasa sangat senang. Ia mulai membeli berbagai barang bagus yang diinginkannya dan hidup dengan berfoya – foya. Ia merasa sangat beruntung bisa mendapatkan pekerjaan ini. Sebaliknya Pipo mulai merasa lelah dan ia menyadari bahwa ia tidak mungkin melakukan tugas mengangkat air ini selama – lamanya. “Bagaimana kalau suatu saat saya sakit atau ketika saya sudah tua? saya pasti tidak akan bisa mengangkat air lagi” pikir Pipo. “Lalu Bagaimana dengan kebutuhan hidup saya?” pikir Pipo lagi. Pipo pun berpikir untuk mencari jalan keluarnya. Dia terus berpikir dan berpikir, akhirnya ia menemukan suatu ide yang menurutnya sangat bagus yaitu membangun “SALURAN PIPA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar